Gambar dari teacher62 teacher62
Prediksi Gempa Harian Kompas Hari Sabtu 24 Oktober 2009
dari teacher62 teacher62 - Saturday, 24 October 2009, 10:14
 
Prediksi Gempa 8 SR di Jakarta Hari Ini Hanya Gosip
Gedung-gedung tinggi di Jakarta.
Sabtu, 24 Oktober 2009 | 08:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan informasi yang beredar melalui SMS bahwa akan terjadi gempa bumi dengan kekuatan 8-8.5 SR pada hari Sabtu (24/10) di Jakarta karena adanya pergerakan lempeng ke arah Jakarta adalah tidak benar. Selama ini, BMKG juga belum pernah mengeluarkan prediski semacam itu.
posting mashud,S.Pd
"Berita itu tidak benar, dan BMKG tidak pernah membuat berita seperti itu. Berita itu hanya isu dan membohongi masyarakat, karena isu tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini gemabumi tektonik beum bisa diprediksi secara ilmiah dengan baik. Bila gempa memang dapat diprediksi, maka gempa-gempa Tasikmalaya dan Gempa Sumbar semestinya sudah terprediksi sebelum terjadi. Tetapi ternyata tidak. Dari sekian kali isu akan terjadi gempa, tidak satupun yang terbukti. Oleh karenanya isu-isu selanjutnya tidak perlu dihiraukan," demikian pernyataan resmi dari BMKG yang dikeluarkan Dr Sri Woro B. Harijono, M.Sc, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dalam situs resmi BMKG.

BMKG menyatakan prediksi gempa bumi masih dalam taraf penelitian. Parameter prediksi adalah lokasi, besarnya dan waktunya. Perkiraan lokasi dan besarnya gempa dapat saja dilakukan, namun tantangan yang paling sulit adalah menjawab kapan gempa tersebut terjadi.

Prediski gempa baru bisa dilakukan berdasarkan sejarah gempa dengan dihitung probabilitasnya. Berdasarkan monitoring tanda-tanda pendahuluan (precursor) gempa bumi besar, maka secara fisika bisa kita ungkapkan bahwa apabila materi mengalami stress maka beberapa sifat materi tersebut mengalami perubahan yang dapat di monitor, seperti kepadatan, kandungan air, kandungan elektron, sifat kemangnetan, sifat radio aktif dan sebagainya.

Di daerah pertemuan lempeng tektonik terjadi akumulasi stress akibat tekanan pergerakan lempeng tektonik. Maka bisa dilakukan monitoring perubahan gravitas, electron, kemagnitan, tinggi air tanah, radon (radio aktif), seismik dan lain-lain.

Sampai saat ini yang dapat dibuktikan adalah setelah gempa besar maka hasil monitoring sebelum terjadi gempa dikaji lagi. Hasilnya memang ada beberapa tanda menunjukkan gejala anomaly tertentu. Namun belum dapat disimpulkan bahwa tanda tersebut menandakan gempa akan terjadi, karena tanda tersebut sering juga muncul tanda tanpa disertai adanya gempa besar. Hal ini membuktikan bahwa prediksi gempa belum konsisten secara ilmiah dan belum dapat dikatakan sebagai teknologi yang dapat dipakai.

China sudah mengoperasikan sistem prediksi gempa dengan memakai bermacam sensor seperti GPS (Global, Posisioning System), gravitasi, magnet, radon, termasuk gejala tingkah laku binatang. Hasilnya memang beberapa kali sukses, namun lebih sering gagal memprediksi gempa besar.