Gambar dari Ade Fathurahman
Balas: UN jangan diperdebatkan
dari Ade Fathurahman - Monday, 4 January 2010, 14:04
  Memperdebatkan UAn itu berarti memperdebatkan kepentingan bangsa. Masalahnya UU tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berhubungan dengan out put pendidikan tidak hanya menyangkut aspek kognitif saja, sehingga kelulusan kognitif siswa pada semua mata pelajaran tidak hanya ditentukan oleh tes tertulis saja. Jika ini diteruskan maka akan mempersempit metode pengajaran yang dipergunakan. Padahal kita ketahui penilaian guru di sekiolah tidak hanya pada kemampuan menyelesaikan soal tulis saja, melainkan pada penugasan dan keterlibatan pada kegiatan ilmiah yang relevan, misalnya KIR.

Jadi, mohon maaf Masalah UAN harus diperdebatkan oleh para pendidik yang peduli pada siswa/i nya.

Kita berharap pada masa yang akan datang, apabila masih dipertahankan pembuat kebijakan diatas mau mempertimbangkan nilai kognitif harian dan aspek non-kognitif dengan merekap penilaian kognitif harian dan afektif semua sekolah pad mata pelajaran yang diuankan untuk dikonversi dengan hasil tulis UAN.

Kira-kira mampu tidak ya, pemerintah mempersiapkan infa strukturnya untuk melakukan rekap ini ?. Saya kira mampu kalau memamng Jabatan Menteri Pendidikan itu bukan jabatan politis. Maaf Pak Menteri anda beserta jajaran tidak bedanya seperti kami PNS yang wajib melayani rakyat, bukan hanya memvonis keberhasilan siswa/i asuhan kami yang sangat kami cintai dan sayangi, karena kami sadar idberi kompensasi dari gaji yang kami terima setiap bulannya yang berasal dari pajak yang notabene dibayar rakyat melalui berbagai komoditi yang dikonsumsinya dalam kehidupan sehari-hari.

Sudah saatnya Pendidikan menjadi Panglima dalam Pembangunan Nasional, bukan hanya sub ordinant dari kebijakan politik.

Wassalaam.