Gambar dari Heru Suhartanto
Mendiknas Nilai UN Metode Terbaik
dari Heru Suhartanto - Monday, 11 January 2010, 07:41
 
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/296630/

Monday, 11 January 2010
MAGETAN (SI) – Menteri Pen-didikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh meminta seluruh kalangan agar menghentikan kontroversi terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

Dia menilai,setelah melalui berbagai pertimbangan dan kajian, metode UN masih dianggap banyak memiliki nilai positif daripada minusnya. "Soal kontroversi UN itu semestinya sudah saatnya berhenti," ujar Muhammad Nuh saat silaturahmi dengan santri Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) sekaligus dalam rangka HUT PSM ke-66 di Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, kemarin.

Selain Mendiknas, juga hadir Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Bupati Magetan Soemantri,Bupati Madiun Muhtarom, dan Wakil Bupati Ngawi Budi Sulistyono Dia menilai, ujian nasional sampai saat ini masih sebagai metode terbaik dibandingkan dengan metode ujian nasional lainnya yang telah dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya.

Mulai dari metode ujian negara yang berlangsung pada tahun 1971 hingga 1972. Setelah itu ada metode ujian sekolah yang berlangsung dari tahun 1972 hingga 1992. Dalam metode ini,seluruh peserta ujian diketahui dapat berhasil lulus dengan nilai baik karena belum adanya standarisasi kelulusan. Metode itu kemudian diganti dengan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas) yang merupakan kombinasi ujian negara dan ujian sekolah.

Metode ini berlangsung dari tahun 1992 hingga 2002 yang masih memiliki kelemahan terkait nilai ujian dan nilai sekolah tiap mata pelajaran. Hingga akhirnya muncul konsep ujian akhir nasional atau Uan yang waktu itu memiliki standarisasi nilai ujian terhadap tiga mata pelajaran untuk masing-masing tingkat sekolah,dan terus berkembang sampai sekarang.

"UN akan tetap jalan terus meski saat ini tengah menghadapi pro dan kontra. Jangan sampai hanya karena permasalahan satu pohon namun seluruh hutan ikut harus menanggung akibatnya,"ujarnya. Dalam pelaksanaan UN nanti nilai standar minimal 5,50 tapi boleh ada nilai 4 dan peserta didik dinyatakan tetap lulus.

...dst