Gambar dari Heru Suhartanto
Lagi : Mendiknas dan DPR tentang UN ....
dari Heru Suhartanto - Tuesday, 12 January 2010, 07:33
  Mendiknas: Hasil UN untuk Intervensi Perbaikan Sekolah!
http://edukasi.kompas.com/read/2010/01/11/19052723/Mendiknas:.Hasil.UN.untuk.Intervensi.Perbaikan.Sekolah..

Senin, 11 Januari 2010 | 19:05 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil Ujian Nasional 2010 akan benar-benar serius dimanfaatkan sebagai pemetaan pendidikan. Karena itu, evaluasi UN bukan hanya untuk menentukan kelulusan siswa, melainkan juga sebagai dasar bagi pemerintah untuk mengintervensi perbaikan layanan pendidikan di sekolah-sekolah.

"Tidak perlu mempertentangkan UN untuk kelulusan atau pemetaan saja. Jika hasil UN hanya untuk pemetaan tanpa ada konsekuensi pada kelulusan, maka nanti kita tidak akan tahu yang sebenarnya soal kondisi riil kemampuan siswa kita," kata Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan Nasional, dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin (11/1/2010).
Menurut Nuh, penilaian kelulusan dengan melihat hasil UN dalam pandangan pemerintah masih merupakan metode evaluasi yang terbaik sampai saat ini. "Tetapi, kami terbuka untuk perbaikan ke depannya," kata Nuh.

Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan Nasional, menambahkan tidak ada keinginan pemerintah untuk memaksakan pelaksanaan UN tanpa dasar. Kebijakan UN seperti sekarang ini merupakan konsekuensi dari PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
"Sebelum PP diubah, kami tetap mengikuti. Namun, pemerintah siap untuk mencari evaluasi yang terbaik," kata Fasli.


DPR Setujui UN
http://edukasi.kompas.com/read/2010/01/11/19003425/DPR.Setujui.UN

Senin, 11 Januari 2010 | 19:00 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun terjadi perdebatan yang serius di antara anggota Komisi X DPR dalam rapat kerja dengan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh selama lebih dari tujuh jam, Senin (11/1/2010), pada dasarnya para wakil rakyat menyetujui pelaksanaan UN. Dalam rekomendasi sementara di akhir rapat kerja, Komisi X tetap menyetujui UN seperti yang dilaksanakan selama ini yakni hasilnya dipakai sebagai salah satu penentu kelulusan dan pemetaan pendidikan.

Dalam rapat kerja itu juga muncul wacana supaya dalam penilaian kelulusan siswa memakai pembobotan. Keempat faktor penentu kelulusan siswa diminta tidak saling membatalkan kelulusan, tetapi dibobot, dengan tidak menjadikan UN sebagai faktor penentu utama.

Rully Chairul Azwal, Wakil Pimpinan Komisi X, mengatakan sikap Komisi X yang lebih jelas soal penyelenggaraan UN akan diputuskan dalam waktu dua minggu ke depan. Pembahasan lebih dalam untuk memperbaiki mutu dan efektivitas penyelenggaraan UN dibahas lebih serius dalam panitia kerja UN.