Gambar dari Heru Suhartanto
Seputar pengumuman UN hari ini
dari Heru Suhartanto - Tuesday, 27 April 2010, 09:09
  Kemendiknas Diminta Kaji Penyebab Turunnya Angka Kelulusan
http://www.detiknews.com/read/2010/04/26/190917/1345891/10/kemendiknas-diminta-kaji-penyebab-turunnya-angka-kelulusan

Senin, 26/04/2010 19:09 WIB
Jakarta - Anggota Komisi X DPR Hanif Dhakiri menilai, penurunan tingkat kelulusan UN tingkat SMA dari 93,74 persen menjadi 89,88 persen pada tahun ini bisa disebabkan dua kemungkinan. Pertama, karena kinerja pengawasan pemerintah lebih baik dari sebelumnya. Sehingga hal itu bisa berpengaruh terhadap turunnya angka kelulusan yang pada tahun sebelumnya diduga banyak diwarnai kecurangan. "Kemungkinan kedua, penurunan angka kelulusan UN disebabkan oleh belum sesuainya materi UN dengan konteks pengajaran di sekolah. Berarti ada gap antara materi yang diujikan dengan materi yang diajarkan," kata Hanif kepada detikcom, Senin (26/4/2010).

...dst

Mendiknas Bentuk Tim Khusus Kaji UN
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/320426/38/

Tuesday, 27 April 2010
JAKARTA(SI) – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan membentuk tim khusus untuk menganalisa faktor-faktor penyebab turunnya tingkat kelulusan ujian nasional (UN) sekolah menengah atas (SMA)/madrasah aliah (MA) 2010. Hasil kerja tim khusus akan menjadi dasar pembuatan kebijakan bagi daerah-daerah yang tingkat kelulusannya minim. Mendiknas M Nuh menuturkan, ada beberapa kemungkinan penyebab turunnya tingkat kelulusan UN SMA/MA,antara lain soal yang sulit, proses belajar mengajar tidak bagus, sarana prasarana pendidikan yang minim, dan semangat siswa yang menurun.

...dst

Setelah UN, Pemerintah Harus Jujur
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/27/0323404/setelah.un.pemerintah.harus.jujur.

Selasa, 27 April 2010 | 03:23 WIB
Oleh St Kartono
Secara nasional tingkat kelulusan ujian nasional tingkat SMA dan MA menurun dibandingkan dengan tahun 2009. Tahun 2009 tingkat kelulusan ujian nasional SMA/MA 95,05 persen, sedangkan tahun ini 89,61 persen (Kompas, 24/4). Mengenai persentase ketidaklulusan tersebut, Menteri Pendidikan Nasional ketika mengumumkan hasil ujian nasional (UN) menyebutnya sebagai akibat pengawasan yang diperketat. Ketua Pelaksana UN Pusat meyakini hal itu sebagai pertanda tingkat kejujuran meningkat. Mengapa Mendiknas justru tidak pertama-tama mengakui hasil tersebut sebagai potret pendidikan di negeri ini? Mengapa Mendiknas tidak menyebutnya sebagai titik tolak untuk memperbaiki pelayanan pendidikan semua anak di seantero negeri?

...dst